Saturday, September 5, 2026
22.5 C
Solok

Skandal “Pin Emas Oplosan” Guncang DPRD Solok

Integritas lembaga legislatif Kabupaten Solok kembali diuji. Investigasi mendalam yang dilakukan Lidik Krimsus RI terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Tahun 2024, membongkar fakta memalukan terkait pengadaan atribut kehormatan wakil rakyat. Pin emas yang tersemat di dada 35 Anggota DPRD Kabupaten Solok terbukti tidak murni alias “oplosan”.

Solok, CupakNews.id | Berdasarkan data audit, Sekretariat DPRD Kabupaten Solok menganggarkan dana sebesar Rp358.610.000,00 untuk pengadaan 35unit Pin Emas bagi Pimpinan dan Anggota DPRD. Sesuai kontrak dengan penyedia CV KA, spesifikasi yang disepakati dan dibayar menggunakan uang rakyat (APBD) adalah emas murni 24 Karat (kadar 99,9%).

Namun, fakta hasil uji laboratorium yang dilakukan auditor negara bersama PT Pegadaian menyingkap kebohongan publik. Pin emas yang diterima dan dipakai oleh para wakil rakyat tersebut ternyata hanya memiliki kadar 91,6% atau setara dengan 22 Karat.

“Ini adalah bentuk penipuan spesifikasi (downgrade) yang sangat kasar. Di atas kertas kontrak tertulis emas murni, tapi realisasinya barang ‘KW’. Akibat praktik ‘sunat kadar’ ini, negara dirugikan secara finansial sebesar Rp23.704.800,00,” ungkap, Joni Oktavianus, Wasekjen Lidik Krimsus RI.

Investigasi ini juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Sekretariat Dewan. Bagaimana mungkin barang bernilai ratusan juta rupiah diterima begitu saja tanpa pengecekan kadar yang akurat saat serah terima?

“Apakah ini kelalaian murni atau ada ‘kongkalikong’ antara oknum sekretariat dengan rekanan untuk membagi selisih harga emas tersebut? APH (Aparat Penegak Hukum) wajib masuk menyelidiki motif di balik lolosnya emas kadar rendah ini,” tegas Joni.

Solok
Ilustrasi

Lebih parah lagi, BPK juga mencatat bahwa 3 (tiga) buah Pin Emas senilai total Rp30.738.000,00 dinyatakan hilang atau tidak dapat ditunjukkan keberadaannya oleh tiga oknum anggota dewan (Inisial Rn, My, dan Ns). Hal ini menambah daftar panjang buruknya manajemen aset di rumah wakil rakyat tersebut.

Atas temuan memalukan ini, Lidik Krimsus RI, Menuntut penyedia (CV KA) dan pejabat terkait untuk segera mengembalikan kerugian negara akibat selisih kadar emas tersebut ke Kas Daerah.

Meminta Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Solok memeriksa proses lelang dan serah terima barang. Patut diduga modus pengurangan spek ini dilakukan secara sadar untuk mencari keuntungan ilegal.

Mendesak tiga anggota dewan yang menghilangkan pin emas dinas untuk segera mengganti rugi sesuai nilai perolehan. Aset negara bukan barang milik pribadi yang bisa dihilangkan tanpa konsekuensi.

Skandal ini semakin dalam dengan terungkapnya perilaku tidak terpuji salah satu oknum anggota dewan dimana BPK melakukan konfirmasi ke Toko Emas SG pada 25 Maret 2024 dan menemukan fakta bahwa salah satu buah Pin Emas DPRD telah dijual oleh oknum Anggota Dewan ke toko tersebut. Pihak toko emas membenarkan transaksi tersebut namun tidak bersedia menyebutkan identitas oknum yang menjualnya.

“Pin emas adalah simbol kehormatan dan amanah rakyat. Jika simbolnya saja palsu dan dikorupsi kadarnya, bagaimana rakyat bisa percaya pada kinerja penggunanya?” tutup pria yang akrab disapa Jon Cupak itu. (Tim)

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

Topics

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img