Wednesday, October 21, 2026
22.6 C
Solok

Dana Khusus Rp16,2 Miliar “Dikunyah” untuk Belanja Rutin, Kas Daerah Kabupaten Solok Kritis!

Di balik menterengnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Solok saat ini berada di titik nadir. Investigasi Lidik Krimsus RI terhadap LHP BPK RI Tahun 2024 membongkar manajemen kas daerah yang dikelola secara “ugal-ugalan”, mengakibatkan hilangnya dana jatah rakyat senilai belasan miliar rupiah.

Solok, CupakNews.id | Hasil audit BPK mengungkap per 31 Desember 2024, saldo tunai di kas daerah (RKUD) hanya tersisa Rp7,05 Miliar. Padahal, Pemkab Solok memiliki kewajiban menyimpan dana titipan pusat (Earmark) sebesar Rp23,27 Miliar untuk membiayai program kesehatan (BOK), pendidikan, dan infrastruktur strategis (DAK).

Artinya, terdapat “lubang” atau kekurangan kas sebesar Rp16.211.600.446,70. Uang yang seharusnya standby untuk kepentingan publik tersebut terbukti telah digunakan secara melawan hukum untuk membiayai belanja rutin dan operasional dinas-dinas lain di luar peruntukannya.

Krisis ini dipicu oleh perencanaan anggaran yang tidak rasional. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) nekat menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp111 Miliar menjadi Rp120,9 Miliar dalam APBD Perubahan 2024. Padahal secara historis target tersebut sulit tercapai, dan terbukti hanya terealisasi 78,03%.

Dana
Kantor Bupati Solok (Dok. IST)

Akibat manajemen fiskal yang amburadul ini, pembangunan di Kabupaten Solok terancam macet total, Pemkab memiliki utang belanja kepada pihak ketiga sebesar Rp19,2 Miliar. Dengan kas yang kosong, kontraktor lokal terancam tidak dibayar (gagal bayar).

Program kesehatan di Puskesmas dan perbaikan sekolah tahun 2025 terancam mangkrak karena dananya sudah habis “dipinjam” untuk menutupi defisit tahun 2024. Salah urus kas ini merembet pada kelebihan bayar transfer ke nagari yang menyebabkan administrasi desa menjadi kacau. Meskipun kelebihan transfer ke nagari sebesar Rp146 juta sudah dikembalikan, namun nasib dana earmark Rp16,2 Miliar yang “hilang” masih menjadi misteri.

Lidik Krimsus RI mendesak, Sekretaris Daerah selaku Ketua TAPD memberikan penjelasan transparan mengenai kemana saja aliran uang Rp16,2 Miliar tersebut mengalir, DPRD Kabupaten Solok menggunakan hak interpelasi untuk mempertanyakan kebijakan anggaran yang membahayakan stabilitas keuangan daerah, dan Kejaksaan mendalami adanya unsur kesengajaan dalam menaikkan target PAD demi melegalkan belanja yang melampaui kemampuan fiskal daerah.

“Jangan korbankan layanan kesehatan dan pendidikan rakyat hanya untuk menutupi ketidakmampuan birokrasi mengelola anggaran!” singkat Joni. (Tim)


Disclaimer :
Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.
CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.
Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com.

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Pengadaan Kabupaten Solok Tembus Rp131,1 Miliar, Dinas PUPR Catat Nilai Terbesar

Data CupakNews.id per Agustus–Oktober 2026 mencatat transaksi pengadaan Solok naik menjadi Rp131,1 miliar. Nilai transaksi Dinas PUPR meningkat Rp31,63 miliar.

Topics

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Pengadaan Kabupaten Solok Tembus Rp131,1 Miliar, Dinas PUPR Catat Nilai Terbesar

Data CupakNews.id per Agustus–Oktober 2026 mencatat transaksi pengadaan Solok naik menjadi Rp131,1 miliar. Nilai transaksi Dinas PUPR meningkat Rp31,63 miliar.

Tiga Kali Absen, Bupati Solok Disentil Tokoh Pemuda Cupak

Ketidakhadiran Bupati Solok dalam pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang menuai kritik Firmansyah. Ia meminta pemerintah daerah menjaga komunikasi dan perhatian kepada masyarakat Nagari Cupak.

Wali Nagari Cupak Soroti Protokoler Pemkab Solok Saat MTQ

Wali Nagari Cupak mengkritik mekanisme pendelegasian pejabat Pemkab Solok saat pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang. Wakil Bupati akhirnya hadir pada penghujung acara.

Pensiunan Kemenag Ditangkap Usai Salat Isya, Dua Anak Kandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Seorang pensiunan Kemenag berinisial AH diamankan Polres Sijunjung di Kabupaten Solok setelah dua laporan dugaan kekerasan seksual terhadap anak kandung diterima polisi pada 13 Oktober 2026.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img