Wednesday, October 21, 2026
22.4 C
Solok

Skandal “Pin Emas Oplosan” Guncang DPRD Solok

Integritas lembaga legislatif Kabupaten Solok kembali diuji. Investigasi mendalam yang dilakukan Lidik Krimsus RI terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Tahun 2024, membongkar fakta memalukan terkait pengadaan atribut kehormatan wakil rakyat. Pin emas yang tersemat di dada 35 Anggota DPRD Kabupaten Solok terbukti tidak murni alias “oplosan”.

Solok, CupakNews.id | Berdasarkan data audit, Sekretariat DPRD Kabupaten Solok menganggarkan dana sebesar Rp358.610.000,00 untuk pengadaan 35unit Pin Emas bagi Pimpinan dan Anggota DPRD. Sesuai kontrak dengan penyedia CV KA, spesifikasi yang disepakati dan dibayar menggunakan uang rakyat (APBD) adalah emas murni 24 Karat (kadar 99,9%).

Namun, fakta hasil uji laboratorium yang dilakukan auditor negara bersama PT Pegadaian menyingkap kebohongan publik. Pin emas yang diterima dan dipakai oleh para wakil rakyat tersebut ternyata hanya memiliki kadar 91,6% atau setara dengan 22 Karat.

“Ini adalah bentuk penipuan spesifikasi (downgrade) yang sangat kasar. Di atas kertas kontrak tertulis emas murni, tapi realisasinya barang ‘KW’. Akibat praktik ‘sunat kadar’ ini, negara dirugikan secara finansial sebesar Rp23.704.800,00,” ungkap, Joni Oktavianus, Wasekjen Lidik Krimsus RI.

Investigasi ini juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Sekretariat Dewan. Bagaimana mungkin barang bernilai ratusan juta rupiah diterima begitu saja tanpa pengecekan kadar yang akurat saat serah terima?

“Apakah ini kelalaian murni atau ada ‘kongkalikong’ antara oknum sekretariat dengan rekanan untuk membagi selisih harga emas tersebut? APH (Aparat Penegak Hukum) wajib masuk menyelidiki motif di balik lolosnya emas kadar rendah ini,” tegas Joni.

Solok
Ilustrasi

Lebih parah lagi, BPK juga mencatat bahwa 3 (tiga) buah Pin Emas senilai total Rp30.738.000,00 dinyatakan hilang atau tidak dapat ditunjukkan keberadaannya oleh tiga oknum anggota dewan (Inisial Rn, My, dan Ns). Hal ini menambah daftar panjang buruknya manajemen aset di rumah wakil rakyat tersebut.

Atas temuan memalukan ini, Lidik Krimsus RI, Menuntut penyedia (CV KA) dan pejabat terkait untuk segera mengembalikan kerugian negara akibat selisih kadar emas tersebut ke Kas Daerah.

Meminta Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Solok memeriksa proses lelang dan serah terima barang. Patut diduga modus pengurangan spek ini dilakukan secara sadar untuk mencari keuntungan ilegal.

Mendesak tiga anggota dewan yang menghilangkan pin emas dinas untuk segera mengganti rugi sesuai nilai perolehan. Aset negara bukan barang milik pribadi yang bisa dihilangkan tanpa konsekuensi.

Skandal ini semakin dalam dengan terungkapnya perilaku tidak terpuji salah satu oknum anggota dewan dimana BPK melakukan konfirmasi ke Toko Emas SG pada 25 Maret 2024 dan menemukan fakta bahwa salah satu buah Pin Emas DPRD telah dijual oleh oknum Anggota Dewan ke toko tersebut. Pihak toko emas membenarkan transaksi tersebut namun tidak bersedia menyebutkan identitas oknum yang menjualnya.

“Pin emas adalah simbol kehormatan dan amanah rakyat. Jika simbolnya saja palsu dan dikorupsi kadarnya, bagaimana rakyat bisa percaya pada kinerja penggunanya?” tutup pria yang akrab disapa Jon Cupak itu. (Tim)

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Pengadaan Kabupaten Solok Tembus Rp131,1 Miliar, Dinas PUPR Catat Nilai Terbesar

Data CupakNews.id per Agustus–Oktober 2026 mencatat transaksi pengadaan Solok naik menjadi Rp131,1 miliar. Nilai transaksi Dinas PUPR meningkat Rp31,63 miliar.

Topics

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Pengadaan Kabupaten Solok Tembus Rp131,1 Miliar, Dinas PUPR Catat Nilai Terbesar

Data CupakNews.id per Agustus–Oktober 2026 mencatat transaksi pengadaan Solok naik menjadi Rp131,1 miliar. Nilai transaksi Dinas PUPR meningkat Rp31,63 miliar.

Tiga Kali Absen, Bupati Solok Disentil Tokoh Pemuda Cupak

Ketidakhadiran Bupati Solok dalam pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang menuai kritik Firmansyah. Ia meminta pemerintah daerah menjaga komunikasi dan perhatian kepada masyarakat Nagari Cupak.

Wali Nagari Cupak Soroti Protokoler Pemkab Solok Saat MTQ

Wali Nagari Cupak mengkritik mekanisme pendelegasian pejabat Pemkab Solok saat pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang. Wakil Bupati akhirnya hadir pada penghujung acara.

Pensiunan Kemenag Ditangkap Usai Salat Isya, Dua Anak Kandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Seorang pensiunan Kemenag berinisial AH diamankan Polres Sijunjung di Kabupaten Solok setelah dua laporan dugaan kekerasan seksual terhadap anak kandung diterima polisi pada 13 Oktober 2026.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img