Wednesday, October 21, 2026
22.6 C
Solok

Oknum Staf Administrasi KPK Diduga Bersekongkol Peras Bupati Pemalang, Integritas Lembaga Dipertanyakan

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, justru membuka fakta yang mengejutkan. Di balik pengungkapan kasus tersebut, seorang oknum staf administrasi KPK yang merupakan anggota Polri diperbantukan (PNYD), Setya Budi Dias Oktavianto, diduga terlibat dalam skema pemerasan bersama ayah kandungnya, Lilik Budi Suprianto (LBS).

Jakarta, CupakNews.id | Kasus ini memunculkan pertanyaan serius mengenai keamanan informasi internal KPK. Dugaan bocornya informasi penanganan perkara dari dalam lembaga antirasuah dinilai menjadi tamparan bagi sistem pengawasan internal yang selama ini dikenal ketat.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa Lilik yang berlatar belakang aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) diduga memanfaatkan posisi anaknya untuk memperoleh akses informasi mengenai perkara yang sedang ditangani KPK.

“LBS background-nya LSM. Dia memanfaatkan anaknya yang bertugas di KPK untuk memperoleh akses informasi penanganan perkara,” ujar Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (30/7/2026).

Menurut penyidik, informasi mengenai penyelidikan dugaan suap proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang kemudian digunakan Lilik untuk meyakinkan Bupati Anom bahwa dirinya mampu “mengurus” perkara yang sedang berjalan di KPK.

Kepercayaan itu semakin kuat karena Lilik disebut menunjukkan dokumen administrasi yang berkaitan dengan penanganan perkara di Pemalang serta mengklaim memiliki akses langsung melalui anaknya yang bertugas di KPK.

Akibatnya, Bupati Anom diduga menyerahkan uang miliaran rupiah sebagai biaya pengurusan perkara. Dari hasil OTT, KPK mengamankan uang sebesar Rp1,2 miliar, yang disebut belum sempat dibagikan kepada para pihak.

Penyidik juga menemukan fakta lain yang memperluas penyelidikan. Berdasarkan pemeriksaan awal dan barang bukti elektronik, Dias diduga telah beberapa kali menerima aliran uang dari ayahnya sebelum kasus ini terungkap.

“Dalam pemeriksaan awal ditemukan fakta bahwa yang bersangkutan sering menerima aliran uang dari bapaknya. Apakah berkaitan dengan tindak pidana lain, itu masih kami dalami,” kata Taufik.

Temuan tersebut membuka peluang pengembangan penyidikan terhadap kemungkinan adanya praktik serupa pada perkara-perkara lain yang pernah ditangani KPK.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat tersangka, yakni Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, orang kepercayaannya Mohamad Haris alias Gus Haris, Setya Budi Dias Oktavianto, serta Lilik Budi Suprianto.

Keempatnya resmi ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 30 Juli hingga 18 Agustus 2026, di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Kasus ini menjadi ujian berat bagi KPK. Di satu sisi lembaga tersebut berhasil membongkar dugaan pemerasan terhadap kepala daerah, namun di sisi lain justru harus menghadapi dugaan keterlibatan orang dalam yang disinyalir membocorkan informasi rahasia penanganan perkara. Evaluasi sistem keamanan informasi dan pengawasan internal kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi lembaga antirasuah agar kepercayaan publik tetap terjaga. (JC)

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Pengadaan Kabupaten Solok Tembus Rp131,1 Miliar, Dinas PUPR Catat Nilai Terbesar

Data CupakNews.id per Agustus–Oktober 2026 mencatat transaksi pengadaan Solok naik menjadi Rp131,1 miliar. Nilai transaksi Dinas PUPR meningkat Rp31,63 miliar.

Topics

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Pengadaan Kabupaten Solok Tembus Rp131,1 Miliar, Dinas PUPR Catat Nilai Terbesar

Data CupakNews.id per Agustus–Oktober 2026 mencatat transaksi pengadaan Solok naik menjadi Rp131,1 miliar. Nilai transaksi Dinas PUPR meningkat Rp31,63 miliar.

Tiga Kali Absen, Bupati Solok Disentil Tokoh Pemuda Cupak

Ketidakhadiran Bupati Solok dalam pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang menuai kritik Firmansyah. Ia meminta pemerintah daerah menjaga komunikasi dan perhatian kepada masyarakat Nagari Cupak.

Wali Nagari Cupak Soroti Protokoler Pemkab Solok Saat MTQ

Wali Nagari Cupak mengkritik mekanisme pendelegasian pejabat Pemkab Solok saat pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang. Wakil Bupati akhirnya hadir pada penghujung acara.

Pensiunan Kemenag Ditangkap Usai Salat Isya, Dua Anak Kandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Seorang pensiunan Kemenag berinisial AH diamankan Polres Sijunjung di Kabupaten Solok setelah dua laporan dugaan kekerasan seksual terhadap anak kandung diterima polisi pada 13 Oktober 2026.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img