Saturday, September 5, 2026
22.5 C
Solok

Dana Khusus Rp16,2 Miliar “Dikunyah” untuk Belanja Rutin, Kas Daerah Kabupaten Solok Kritis!

Di balik menterengnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Solok saat ini berada di titik nadir. Investigasi Lidik Krimsus RI terhadap LHP BPK RI Tahun 2024 membongkar manajemen kas daerah yang dikelola secara “ugal-ugalan”, mengakibatkan hilangnya dana jatah rakyat senilai belasan miliar rupiah.

Solok, CupakNews.id | Hasil audit BPK mengungkap per 31 Desember 2024, saldo tunai di kas daerah (RKUD) hanya tersisa Rp7,05 Miliar. Padahal, Pemkab Solok memiliki kewajiban menyimpan dana titipan pusat (Earmark) sebesar Rp23,27 Miliar untuk membiayai program kesehatan (BOK), pendidikan, dan infrastruktur strategis (DAK).

Artinya, terdapat “lubang” atau kekurangan kas sebesar Rp16.211.600.446,70. Uang yang seharusnya standby untuk kepentingan publik tersebut terbukti telah digunakan secara melawan hukum untuk membiayai belanja rutin dan operasional dinas-dinas lain di luar peruntukannya.

Krisis ini dipicu oleh perencanaan anggaran yang tidak rasional. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) nekat menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp111 Miliar menjadi Rp120,9 Miliar dalam APBD Perubahan 2024. Padahal secara historis target tersebut sulit tercapai, dan terbukti hanya terealisasi 78,03%.

Dana
Kantor Bupati Solok (Dok. IST)

Akibat manajemen fiskal yang amburadul ini, pembangunan di Kabupaten Solok terancam macet total, Pemkab memiliki utang belanja kepada pihak ketiga sebesar Rp19,2 Miliar. Dengan kas yang kosong, kontraktor lokal terancam tidak dibayar (gagal bayar).

Program kesehatan di Puskesmas dan perbaikan sekolah tahun 2025 terancam mangkrak karena dananya sudah habis “dipinjam” untuk menutupi defisit tahun 2024. Salah urus kas ini merembet pada kelebihan bayar transfer ke nagari yang menyebabkan administrasi desa menjadi kacau. Meskipun kelebihan transfer ke nagari sebesar Rp146 juta sudah dikembalikan, namun nasib dana earmark Rp16,2 Miliar yang “hilang” masih menjadi misteri.

Lidik Krimsus RI mendesak, Sekretaris Daerah selaku Ketua TAPD memberikan penjelasan transparan mengenai kemana saja aliran uang Rp16,2 Miliar tersebut mengalir, DPRD Kabupaten Solok menggunakan hak interpelasi untuk mempertanyakan kebijakan anggaran yang membahayakan stabilitas keuangan daerah, dan Kejaksaan mendalami adanya unsur kesengajaan dalam menaikkan target PAD demi melegalkan belanja yang melampaui kemampuan fiskal daerah.

“Jangan korbankan layanan kesehatan dan pendidikan rakyat hanya untuk menutupi ketidakmampuan birokrasi mengelola anggaran!” singkat Joni. (Tim)


Disclaimer :
Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.
CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.
Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com.

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

Topics

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img