Thursday, October 22, 2026
23.3 C
Solok

BPN Sudah Tetapkan Batas, Plang Diputarbalikkan: Er Petrus Oulaa Nilai Ada Pelecehan Hukum di Alor

Kasus dugaan penyerobotan tanah milik Er Petrus Oulaa memasuki babak baru dan kian memanas. Setelah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Alor secara resmi menerbitkan Berita Acara Pengembalian Batas Tanah tertanggal 23 Desember 2025, plang peringatan hukum yang terpasang di lokasi justru dicabut dan diputarbalikkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Alor, CupakNews.id | Tindakan tersebut dinilai Er Petrus sebagai bentuk pelecehan terang-terangan terhadap hukum dan negara. Er Petrus menduga kuat perbuatan itu dilakukan oleh pihak Cecilia Fujinong, yang sebelumnya telah ia laporkan ke Polres Alor atas dugaan penyerobotan tanah.

“Kalau sudah ada pengukuran resmi BPN, lalu plang hukum dicabut dan dibalik, itu bukan sekadar iseng. Itu pelecehan terhadap hukum,” tegas Er Petrus.

Bukti Negara Sudah Jelas, Tapi Diabaikan
Er Petrus menegaskan, Berita Acara BPN yang telah dikantonginya merupakan produk resmi negara yang tidak bisa dipelintir seenaknya. Dalam dokumen tersebut dinyatakan bahwa, Pengembalian batas dilakukan sesuai SHM No. 1757/Kabola, Batas tanah ditetapkan sesuai kondisi lapangan, Pemilik sah dan para pihak yang berbatasan menyetujui hasil pengukuran

Dengan dasar itu, Er Petrus menilai tidak ada lagi ruang tafsir untuk menyangkal adanya dugaan penyerobotan.

“Negara sudah bicara lewat BPN. Kalau masih dilawan, ini bukan lagi soal sengketa biasa,” ujarnya.

PetrusMaterial Diambil, Tanggung Jawab Nihil
Tak hanya soal batas tanah, Er Petrus juga mengungkapkan bahwa material bangunan berupa batu dan material lain di atas tanahnya telah diambil, namun hingga kini tidak ada pertanggungjawaban dari pihak terduga.

“Material diambil, tapi pura-pura diam. Seolah tak terjadi apa-apa,” kata Er Petrus dengan nada kecewa.

Laporan Berlapis: Polisi, Kejagung, hingga Gakkum KLHK
Er Petrus memastikan langkah hukum tidak akan berhenti. Dalam waktu dekat, ia akan kembali menindaklanjuti laporannya ke Polres Alor. Selain itu, laporan tertulis ke Satgas Mafia Tanah Kejaksaan Agung RI dipastikan tetap berjalan.

Tak berhenti di situ, laporan ke Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga telah dilayangkan, menyusul dugaan perusakan bentang alam akibat aktivitas di lokasi tersebut.

“Ini bukan cuma merugikan saya pribadi. Alam juga dirusak. Media harus ikut mengawasi,” tegasnya.

Hak Jawab Dijamin
Redaksi Cupak News akan segera melayangkan konfirmasi resmi kepada Cecilia Fujinong dan BPN Kabupaten Alor guna memperoleh klarifikasi dan hak jawab sesuai amanat Undang-Undang Pers.

Kasus ini menjadi ujian serius, apakah produk hukum negara dihormati, atau justru dipermainkan di lapangan? (Tim)


Disclaimer :
Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.
CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.
Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com.

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

96 Rekomendasi BPK Kabupaten Solok Belum Tuntas, Apa yang Menghambat Penyelesaiannya?

LHP BPK mencatat 96 rekomendasi Kabupaten Solok belum sesuai atau belum ditindaklanjuti hingga akhir 2025. Apa progres dan kendala penyelesaiannya?

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Topics

96 Rekomendasi BPK Kabupaten Solok Belum Tuntas, Apa yang Menghambat Penyelesaiannya?

LHP BPK mencatat 96 rekomendasi Kabupaten Solok belum sesuai atau belum ditindaklanjuti hingga akhir 2025. Apa progres dan kendala penyelesaiannya?

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Pengadaan Kabupaten Solok Tembus Rp131,1 Miliar, Dinas PUPR Catat Nilai Terbesar

Data CupakNews.id per Agustus–Oktober 2026 mencatat transaksi pengadaan Solok naik menjadi Rp131,1 miliar. Nilai transaksi Dinas PUPR meningkat Rp31,63 miliar.

Tiga Kali Absen, Bupati Solok Disentil Tokoh Pemuda Cupak

Ketidakhadiran Bupati Solok dalam pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang menuai kritik Firmansyah. Ia meminta pemerintah daerah menjaga komunikasi dan perhatian kepada masyarakat Nagari Cupak.

Wali Nagari Cupak Soroti Protokoler Pemkab Solok Saat MTQ

Wali Nagari Cupak mengkritik mekanisme pendelegasian pejabat Pemkab Solok saat pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang. Wakil Bupati akhirnya hadir pada penghujung acara.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img