Monday, September 7, 2026
22.1 C
Solok

Proyek “Hantu” di Balik Klik E-Katalog: Skandal Tes Minat Bakat Disdik Sumbar Tekor Rp2,9 Miliar

Di saat ribuan siswa berjuang menata masa depan, anggaran daerah senilai Rp2,97 miliar justru menguap melalui proyek “hantu” berkedok Tes Minat Bakat Dinas Pendidikan Sumatera Barat. Kajian Tim Lidik Krimsus RI terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Tahun Anggaran 2024 membongkar praktik culas di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar, di mana negara membayar penuh layanan digital yang jejak log-input siswanya raib dalam database penyedia.

Padang, CupakNews.id | Menurut Joni Oktavianus, Wasekjen Lidik Krimsus RI, Temuan BPK ini bukan sekadar kekhilafan administratif, melainkan indikasi kuat korupsi sistemik yang melibatkan pejabat teras Disdik dan sindikasi vendor. “Auditor menemukan kelebihan pembayaran yang sangat masif sebesar Rp2.974.735.837,40 pada delapan paket pekerjaan Dinas Pendidikan Sumbar yang dikelola oleh Bidang Pembinaan SMA (PSMA) dan Bidang Pembinaan SMK (PSMK). Modus utamanya sangat berani, negara membayar untuk ribuan siswa yang diklaim telah mengikuti tes, namun data digital menunjukkan mereka tidak pernah menyentuh sistem aplikasi tersebut,” jelas Joni.

Joni menerangkan, Skandal terbesar berpusat pada PT AEI, vendor yang memborong lima paket pekerjaan senilai Rp5,48 miliar. Investigasi forensik BPK pada database aplikasi PT AEI menyingkap kenyataan pahit, ribuan siswa tidak pernah menginput nilai rapor maupun mengikuti try out sebagai syarat analisis minat bakat, namun status pekerjaan tetap dilaporkan selesai 100%.

“Ironisnya, meski layanannya fiktif, uang rakyat tetap mengalir deras ke rekening vendor tanpa verifikasi memadai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” herannya.

Tak kalah mengejutkan, keterlibatan PT TDWKI dalam tiga paket pekerjaan lainnya juga menyisakan aroma pemahalan harga (markup) yang menyengat, ditemukan indikasi kemahalan harga sebesar Rp329 juta karena harga satuan yang ditawarkan di e-katalog melonjak jauh di atas harga pasar wajar maupun harga yang tercantum di aplikasi SIPLah.

Pola “negosiasi kilat” di e-katalog yang hanya memakan waktu 25 menit membuktikan bahwa kesepakatan harga diduga telah diatur di bawah meja sebelum transaksi sistem dilakukan.

Sumbar
Ilustrasi AI | Skandal Tes Minat Bakat Disdik Sumbar Tekor Rp2,9 Miliar

Akar dari sengkarut ini bermuara pada pengakuan jujur namun mengejutkan dari para pengambil kebijakan. Kabid PSMA dan Kabid PSMK selaku KPA dan PPK mengakui secara eksplisit bahwa penunjukan vendor PT AEI dan PT TDWKI bukan berdasarkan kompetensi teknis, melainkan hasil “arahan” aspirasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sumatera Barat. Pengakuan ini mengonfirmasi adanya intervensi politik yang mematikan prinsip persaingan sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Sistem Pengendalian Intern (SPI) di Disdik Sumbar pun terbukti lumpuh total. Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ditemukan hanya hasil “copas” atau sekadar menyesuaikan dengan dokumen tahun-tahun sebelumnya tanpa melakukan survei harga pasar yang valid.

“Kelalaian ini sengaja dibiarkan meski para pejabat tersebut tidak memiliki sertifikat kompetensi pengadaan yang dipersyaratkan oleh regulasi, seolah-olah jabatan strategis tersebut hanya dijadikan stempel untuk melegalkan bancakan anggaran,” ketus Joni.

“Dari kacamata hukum, modus “pembayaran atas pekerjaan fiktif” dan “markup harga” ini telah memenuhi unsur pidana murni dalam UU Tipikor. Keberadaan niat jahat (mens rea) terlihat jelas dari tindakan PPK yang tetap menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) 100% padahal database digital membuktikan pekerjaan belum terlaksana,” imbuh Joni.

Upaya pengembalian uang ke Kas Daerah yang kini sedang diupayakan Pemprov Sumbar tidak serta-merta menghapuskan unsur pidana karena kerugian negara telah terjadi secara nyata pada saat transaksi dilakukan. Proyek Tes Minat Bakat yang seharusnya menjadi jembatan siswa menuju perguruan tinggi, kini justru menjadi monumen keserakahan birokrasi. (Tim)

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

Topics

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img