Wednesday, October 21, 2026
22.7 C
Solok

Skandal Rp354 Miliar Pada Bank Nagari: Kredit Pesanan, dan Jejak Vendor IT Ilegal

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan BPK RI Nomor: 1/T/LHP/DJPKN-V.PDG/PPD.03/03 tertanggal 12 Februari 2026, menyingkap borok sistemik yang mengakibatkan kebocoran dana publik pada Bank Nagari hingga mencapai estimasi fantastis Rp354,2 Miliar.

Sumbar, CupakNews.id | Penelusuran tim investigasi mengungkap bahwa bank kebanggaan “Urang Awak” ini diduga telah dijadikan “mesin ATM” melalui skema kredit pesanan dan penggelembungan biaya operasional yang disamarkan secara rapi.

Disfungsi manajerial paling nyata terlihat pada lonjakan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang menembus 84,75%. Angka ini bukan sekadar inefisiensi, melainkan indikator kuat adanya “pendarahan internal” yang masif.

Penelusuran data keuangan per November 2025 menunjukkan adanya pos “Biaya Lain-lain” sebesar Rp127,7 Miliar dan “Biaya Promosi” sebesar Rp114,3 Miliar yang tidak memiliki rincian akuntabel. Pos-pos ini diduga kuat menjadi saluran dana taktis atau kickback bagi oknum pengambil kebijakan dan entitas politik di Sumatera Barat.

Temuan paling krusial BPK adalah praktik Subkontrak Ilegal pada pengadaan Teknologi Informasi (TI). PT CIP, vendor utama core banking, ditemukan mengalihkan pengerjaan proyek kepada pihak ketiga tanpa izin manajemen bank. Praktik ini tidak hanya melanggar kontrak, tetapi juga membahayakan keamanan data jutaan nasabah.

Diduga kuat, penggelembungan biaya sewa sistem dan lisensi TI ini merupakan modus untuk menghasilkan dana gelap guna membiayai setoran rutin bulanan kepada oknum pejabat daerah yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Di sektor kredit, manajemen Bank Nagari diduga melanggar prinsip kehati-hatian (prudential banking) demi mengakomodasi “Kredit Pesanan”. Kasus kredit PT ATJ di Cabang Bandung senilai Rp68,9 Miliar dan PT IMK senilai Rp47,4 Miliar menjadi bukti nyata.

Meskipun kedua debitur tersebut hanya sanggup membayar bunga sementara pokoknya macet, manajemen justru memaksakan restrukturisasi abal-abal untuk menutupi status NPL agar laporan keuangan terlihat “cantik” di mata publik.

Guna menutupi kebusukan aset, tim investigasi menemukan pola Window Dressing yang agresif di beberapa cabang. Kantor Cabang Payakumbuh, misalnya, melakukan penurunan saldo Cadangan Kerugian (CKPN) secara masif hingga Rp11,7 Miliar dalam kurun waktu 10 bulan.

Pola penghapusbukuan (write-off) bertahap ini diduga kuat dilakukan untuk membuang “bangkai” kredit macet dari neraca sebelum audit akhir tahun dilakukan, sehingga manajemen tetap bisa mengklaim dividen besar bagi pemda meski modal inti bank sebenarnya tergerus.

Integritas bank semakin dipertanyakan dengan munculnya pengakuan resmi dalam laporan operasional mengenai adanya “Kecurangan Internal” (Internal Fraud) senilai Rp214,6 Juta. Meskipun nilainya terlihat kecil, keberadaan pos ini mengonfirmasi bahwa sistem pengendalian internal telah lumpuh total.

Fraud internal di perbankan adalah “kanker” yang menandakan bahwa budaya korupsi telah merasuk hingga ke level eksekutor operasional.

Sejarah impunitas pada kasus korupsi Bank Nagari sebelumnya seperti kasus PT Chiko tahun 2015 yang hingga kini “dipetieskan” di Kejaksaan Tinggi Sumbar diduga menjadi penyemangat bagi manajemen saat ini untuk terus melakukan penyimpangan tanpa takut terjamah hukum. (Red)


Skandal Bank Nagari: Bom Waktu Kredit Raksasa, Restrukturisasi Fiktif Demi Tutupi Rapor Merah

Catatan Redaksi:
Seluruh data dalam berita ini merujuk pada LHP BPK RI Nomor 1/T/LHP/DJPKN-V.PDG/PPD.03/02/206 Tanggal 12 Februari 2026  tentang Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Atas Operasional Tahun 2023 s.d Triwulan III Tahun 2025 pada PT Bank Nagari Wilayah Provinsi Sumatera Barat, Jakarta, Bandung dan Pekanbaru

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Pengadaan Kabupaten Solok Tembus Rp131,1 Miliar, Dinas PUPR Catat Nilai Terbesar

Data CupakNews.id per Agustus–Oktober 2026 mencatat transaksi pengadaan Solok naik menjadi Rp131,1 miliar. Nilai transaksi Dinas PUPR meningkat Rp31,63 miliar.

Topics

Dividen Tujuh Tahun Tembus Rp51,21 Miliar, CupakNews Telusuri Investasi Rp44,99 Miliar Pemkab Solok di Bank Nagari

Penyertaan modal Kabupaten Solok di Bank Nagari tercatat Rp44,997 miliar. Penerimaan dividen selama 2018–2024 mencapai Rp51,21 miliar. CupakNews menelusuri realisasi dividen, perubahan kepemilikan saham, dan kontribusinya terhadap PAD.

Pagu Pengadaan Kendaraan Setda Solok Rp5,42 Miliar, Ini Faktanya

Paket pengadaan kendaraan Setda Kabupaten Solok tercatat memiliki pagu Rp5,428 miliar. Rincian kendaraan, status transaksi, dan realisasi anggaran masih perlu ditelusuri melalui dokumen serta konfirmasi resmi.

Firmansyah Minta Peruntukan Anggaran MTQ Rp2,06 Miliar Dijelaskan

Pernyataan Iskan Nofis mengenai anggaran MTQ Rp2,06 miliar ditanggapi Firmansyah. Peruntukan anggaran dan pendanaan MTQ Gunung Talang perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi.

Satresnarkoba Polres Solok Amankan Dua Pemuda di Selayo, Satu Paket Diduga Sabu Disita

Dua laki-laki diamankan Satresnarkoba Polres Solok di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat dini hari. Polisi menyita satu paket diduga sabu dan sebuah telepon genggam.

Pengadaan Kabupaten Solok Tembus Rp131,1 Miliar, Dinas PUPR Catat Nilai Terbesar

Data CupakNews.id per Agustus–Oktober 2026 mencatat transaksi pengadaan Solok naik menjadi Rp131,1 miliar. Nilai transaksi Dinas PUPR meningkat Rp31,63 miliar.

Tiga Kali Absen, Bupati Solok Disentil Tokoh Pemuda Cupak

Ketidakhadiran Bupati Solok dalam pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang menuai kritik Firmansyah. Ia meminta pemerintah daerah menjaga komunikasi dan perhatian kepada masyarakat Nagari Cupak.

Wali Nagari Cupak Soroti Protokoler Pemkab Solok Saat MTQ

Wali Nagari Cupak mengkritik mekanisme pendelegasian pejabat Pemkab Solok saat pembukaan MTQ ke-41 Gunung Talang. Wakil Bupati akhirnya hadir pada penghujung acara.

Pensiunan Kemenag Ditangkap Usai Salat Isya, Dua Anak Kandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Seorang pensiunan Kemenag berinisial AH diamankan Polres Sijunjung di Kabupaten Solok setelah dua laporan dugaan kekerasan seksual terhadap anak kandung diterima polisi pada 13 Oktober 2026.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img