Monday, September 7, 2026
23.6 C
Solok

Kinerja Anjlok, Plt Bapenda Hendriyanto, S.E Disorot Publik

Sorotan publik terhadap kinerja Hendriyanto, S.E, Plt Kepala Bapenda Kabupaten Solok, makin tajam. Penyebabnya jelas, target PBB-P2 kembali jebol, dan imbasnya langsung menghantam ruang fiskal daerah.

Arosuka, CupakNews.id | Informasi internal yang diterima menyebutkan bahwa gagalnya realisasi PBB-P2 dibawah komando Hendriyanto tersebut membuat kontribusi PAD merosot signifikan. Kondisi ini mempersempit ruang gerak APBD dan mulai memicu kekhawatiran serius, risiko gagal bayar terhadap kegiatan pembangunan yang sudah melibatkan pihak ketiga pada akhir tahun 2025.

“Ini bukan sekadar target tidak tercapai. Dampaknya langsung ke kas daerah. Situasinya sudah mengarah pada potensi gagal bayar,” ujar seorang pejabat internal yang meminta namanya dirahasiakan.

Ironisnya, kemerosotan ini terjadi bersamaan dengan proses Seleksi Terbuka (Selter) JPT Pratama, termasuk jabatan Kepala Bapenda definitif yang masih diisi oleh Plt.

Pendaftaran Selter ditutup pada Selasa, 16 November 2025, dan para peserta kini bersiap menuju Kantor Regional BKN Sumbar–Riau di Pekanbaru untuk mengikuti asesmen kompetensi secara langsung.

Publik pun mempertanyakan, mengapa kinerja Bapenda justru ambruk pada saat momentum seleksi yang mestinya mengedepankan kompetensi?

Kinerja Merosot, Kapasitas Hendriyanto, S.E Dipertanyakan
Gagalnya pencapaian target minimal PBB-P2 kembali menguatkan dugaan adanya persoalan mendasar dalam pengelolaan Bapenda, Manajemen pajak daerah dinilai tidak optimal, Strategi intensifikasi–ekstensifikasi tidak berjalan efektif, Kepemimpinan Plt Kepala Bapenda, Hendriyanto, S.E, dinilai tidak mampu memaksimalkan potensi PAD.

“Posisi Kepala Bapenda itu tidak bisa diisi karena kedekatan emosional. Angka pendapatan itu jelas. Kalau target gagal, berarti ada masalah kepemimpinan,” tegas Ossie Gumanti, salah seorang pengamat kebijakan pemerintah.

HendriyantoSeleksi Terbuka: Loloskan yang Kompeten atau Ulangi Pola Lama?
Di tengah rapuhnya capaian PAD, perhatian publik kini tertuju pada proses Selter yang tengah berjalan. Pertanyaan krusial kini mengemuka, Apakah asesmen BKN nanti benar-benar objektif? Atau… Lobi politik dan nepotisme kembali menentukan siapa yang duduk sebagai pejabat?

Menurut Ossie Gumanti, kegagalan pendapatan sebesar ini tidak mungkin dibebankan kepada staf bawah, “Jangan sampai ada ‘tumbal’ untuk menutupi kelemahan manajemen di level puncak,” ujarnya.

Ujian Meritokrasi di Kabupaten Solok
Dengan ancaman gagal bayar dan ruang fiskal yang semakin tertekan, publik mendesak pimpinan daerah untuk berani meninggalkan pola kolusi dan balas budi yang sudah lama menjadi penyakit birokrasi.

Tahapan penilaian di BKN Pekanbaru kini menjadi ujian apakah Kabupaten Solok siap menerapkan meritokrasi sesungguhnya atau justru kembali mempertontonkan gaya lama.

“Harapan masyarakat itu jelas, pejabat yang dipilih harus berkompeten dan mampu membawa perubahan. Bukan sekadar mengisi jabatan atau balas jasa politik,” tutup Ossie Gumanti. (***)

Sumber : Berbagai sumber


Disclaimer :
Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.
CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.
Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com.

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

Topics

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img