Saturday, September 5, 2026
22.5 C
Solok

Terbongkar! ‘Otak’ Mafia Tanah Sijunjung Ternyata Jaksa Aktif Kejati Riau, Lidik Krimsus RI: “Jangan Cuma Sanksi Disiplin, Pidanakan!”

Tabir gelap kasus dugaan mafia tanah seluas 700 Hektar di Sijunjung akhirnya kian tersingkap. Surat pengaduan yang dilayangkan korban, Sabirin Dt. Monti Pangulu ke Kejagung RI, tidak hanya menyeret Sdr. Sugito alias Lilik sebagai eksekutor lapangan. Dokumen tersebut kini secara terang benderang menunjuk seorang oknum Aparat Penegak Hukum (APH) aktif sebagai ‘otak’ dan pelindung (backing) operasi ini.

Jakarta/Sijunjung, CupakNews.id | Oknum tersebut teridentifikasi sebagai Himawan Aprianto Saputra, S.H. (sebelumnya disebut inisial HAS), yang merupakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) aktif di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Namun, terungkapnya identitas ini memicu kemarahan baru. Pasalnya, meski diduga terlibat kejahatan luar biasa, Himawan dikabarkan “hanya” menerima sanksi disiplin penurunan jabatan, sebuah tindakan yang dinilai Lidik Krimsus RI sebagai bentuk standar ganda penegakan hukum.

Berdasarkan investigasi, keterlibatan JPU Himawan A.S. diduga sangat sentral, terencana, dan menyalahgunakan jabatannya.

“JPU Himawan A.S. hadir langsung dalam musyawarah awal pada 26 Juni 2022 bersama Sugito alias Lilik, memberikan janji dan iming-iming kepada Sabirin Dt. Monti Pangulu,” ungkap Sabirin Dt. Monti Pangulu, Mamak Kepala Waris Suku Melayu Nagari Tanjuang Kaliang, Kec. Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung yang hingga saat ini masih memperjuangkan hak nya untuk mendapatkan kepastian hukum Tanah Ulayat nya di Kejagung RI.

Fakta lebih mengejutkan terkuak saat verifikasi ke Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah III Pekanbaru. Pegawai BPHL mengonfirmasi bahwa Sdr. Himawan Aprianto Saputra, S.H. adalah satu dari tiga orang yang datang langsung mengurus penerbitan SIPUHH palsu yang mencatut nama Sabirin.

“Ini modus operandi yang sangat berbahaya. Kami menduga oknum JPU ini menyalahgunakan keahlian, jaringan, dan jabatannya sebagai penegak hukum kehutanan untuk merekayasa kejahatan illegal logging. Ini skandal serius yang mencoreng institusi Kejaksaan,” tegas Joni Oktavianus, Wasekjen Lidik Krimsus RI selaku kuasa hukum korban.

Keterlibatan oknum APH ini diduga kuat menjadi alasan mengapa penegakan hukum kasus ini “masuk angin” dan mandek di tingkat daerah, hingga berujung pada SP3 di Polda Sumbar.

Sijunjung
Ilustrasi (CN)

Lidik Krimsus RI mengapresiasi langkah Jaksa Agung, ST Burhanuddin yang gencar membersihkan institusi. Namun, Joni mempertanyakan adanya disparitas (perbedaan perlakuan) yang mencolok dalam penanganan kasus Himawan dibanding kasus lain.

“Publik masih ingat ketegasan Kejagung saat memecat dan memidanakan Kajari Bondowoso yang kena OTT suap Rp 475 juta, atau Jaksa EKT di Sumut yang memeras Rp 80 juta. Mereka langsung dipecat dan dipenjara,” ujar Joni.

“Nah, Saudara Himawan (HAS) ini diduga menjadi otak illegal logging, memalsukan dokumen negara, dan namanya terseret dalam dugaan aliran uang Rp 1,2 Miliar di Polda Sumbar. Kenapa hukumannya cuma sanksi disiplin penurunan jabatan selama 12 bulan? Dimana letak keadilannya?” kritik Joni pedas.

Joni mengingatkan bahwa kasus yang membelit Himawan bukan sekadar pelanggaran etika pegawai seperti bolos kerja, melainkan kejahatan terhadap Sumber Daya Alam (SDA) yang merugikan negara miliaran rupiah.

“Kayu yang dikeluarkan dari Tanah Ulayat Kaum Melayu Tanjuang Kaliang melalui cara ilegal. Jika seorang Jaksa terbukti ‘main kayu’, itu Korupsi dan Pidana Khusus, bukan sekadar masalah administrasi kepegawaian,” cetusnya.

Atas dasar itu, Lidik Krimsus RI mendesak Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) dan Jampidsus untuk menerapkan prinsip Zero Tolerance. Mereka menuntut kasus Himawan Aprianto Saputra ditarik ke ranah pidana.

“Kami mengapresiasi Kejagung yang sudah memberikan sanksi jabatan. Tapi itu belum cukup. Demi keadilan bagi masyarakat adat Sijunjung yang tanahnya dirampas, kami minta HAS diperiksa pidananya. Usut tuntas peran dia sebagai backing mafia tanah dan dugaan uang Rp 1,2 Miliar itu,” tuntut Joni.

Jika Kejagung berani memenjarakan Kajari di Jawa dan Jaksa di Sumut, maka publik kini menanti keberanian yang sama untuk memenjarakan oknum Jaksa yang menjadi mafia kayu di hutan Sumatera Barat. (Tim)


Disclaimer :
Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.
CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.
Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com.

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

Topics

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img