Friday, August 21, 2026
23.5 C
Solok

Borok Belanja APBD Agam 2025 Terkuak: BPK Ungkap 11 Temuan Ketidakpatuhan Signifikan!

Transparansi pengelolaan keuangan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam kini tengah menjadi sorotan tajam. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sumatera Barat merilis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan atas Pelaksanaan Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal Tahun Anggaran 2025.

Agam, CupakNews.id | Hasilnya cukup mengejutkan, meski secara umum dinyatakan patuh dalam hal material, BPK menemukan rentetan pelanggaran yang mencoreng tata kelola keuangan daerah.

Laporan dengan Nomor 58/T/LHP/DJPKN-V.PDG/PPD.03/12/2025 tertanggal 31 Desember 2025 tersebut mengungkap bahwa pelaksanaan belanja barang, jasa, dan modal di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum sepenuhnya memedomani aturan main yang berlaku.

Hanya Uji Petik, Namun Temuan Melimpah
Penting untuk diketahui publik bahwa pemeriksaan BPK ini menggunakan metode uji petik non-statistika. Artinya, auditor BPK hanya memeriksa sampel belanja dengan cakupan (audit coverage) antara 30% hingga 50% dari total realisasi belanja daerah.

Fakta bahwa BPK berhasil menemukan 11 temuan utama ketidakpatuhan hanya dari pemeriksaan separuh populasi belanja ini tentu memicu tanda tanya besar, Bagaimana jika pemeriksaan dilakukan terhadap 100% realisasi belanja?.

Sistem Pengendalian Intern yang “Lumpuh”
Secara gamblang, BPK menyimpulkan bahwa Sistem Pengendalian Intern (SPI) di lingkungan Pemkab Agam belum sepenuhnya efektif. Beberapa kelemahan krusial yang dicatat antara lain:

  1. Pejabat Pengadaan yang Komodatif: Adanya kecenderungan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang masih mengakomodir permintaan SKPD untuk menentukan calon penyedia tertentu sebelum proses pengadaan dimulai.
  2. Verifikasi Formalitas: Proses pelaksanaan dan pertanggungjawaban belanja seringkali hanya menjadi formalitas di atas kertas, tanpa didukung bukti yang lengkap dan sah.
  3. Pengawasan Internal Lemah: Monitoring oleh Inspektorat (APIP) dinilai belum mencakup seluruh tahapan pengadaan secara optimal.
BPK
Borok Belanja APBD Agam 2025 Terkuak: BPK Ungkap 11 Temuan Ketidakpatuhan Signifikan! (CN)

Dampak Kerugian Daerah
Temuan-temuan ini bukan sekadar masalah administrasi. Ketidakpatuhan ini berdampak langsung pada dompet daerah, mulai dari kelebihan pembayaran pada proyek fisik, pemahalan harga (mark-up) pengadaan barang, hingga indikasi pertanggungjawaban fiktif pada belanja harian seperti BBM dan sewa kendaraan.

Bupati Agam beserta jajarannya menyatakan sependapat dengan temuan-temuan tersebut dan berkomitmen melakukan tindak lanjut, termasuk penyetoran kembali sisa kelebihan bayar ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Apa saja detail dari 11 temuan tersebut? Instansi mana saja yang paling parah mengelola anggaran?


Simak ulasan mendalam Cupak News dalam berita serial selanjutnya: “Skandal Nota BBM ‘Bodong’ di Tiga OPD Agam”.


Narasi ini disusun berdasarkan dokumen resmi LHP BPK RI Perwakilan Sumatera Barat Tahun 2025.

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.

Polres Dharmasraya Masuk Dua Terbaik Harkamtibmas Polda Sumbar

Polres Dharmasraya masuk dua terbaik pengendalian Harkamtibmas Polda Sumbar dalam Gelar Opsnal dan Pembinaan Semester I Tahun 2026.

Kapolda Sumbar Tanam Bawang Putih di Solok, 1,6 Ton Bibit Disiapkan untuk 2 Hektare Lahan

Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy melakukan penanaman bawang putih di Kabupaten Solok. Sebanyak 1,6 ton bibit disiapkan untuk lahan seluas 2 hektare.

Topics

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.

Polres Dharmasraya Masuk Dua Terbaik Harkamtibmas Polda Sumbar

Polres Dharmasraya masuk dua terbaik pengendalian Harkamtibmas Polda Sumbar dalam Gelar Opsnal dan Pembinaan Semester I Tahun 2026.

Kapolda Sumbar Tanam Bawang Putih di Solok, 1,6 Ton Bibit Disiapkan untuk 2 Hektare Lahan

Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy melakukan penanaman bawang putih di Kabupaten Solok. Sebanyak 1,6 ton bibit disiapkan untuk lahan seluas 2 hektare.

Belanja Modal APBD Kabupaten Solok 2026 Baru Terealisasi 8,06 Persen, Ada Apa?

Belanja modal APBD Kabupaten Solok 2026 baru terealisasi 8,06 persen. Apa penyebabnya? Penelusuran data APBD akan dilakukan lebih lanjut.

Pemuda 19 Tahun Diamankan Polisi di Selayo, Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan

Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok mengamankan seorang pemuda berusia 19 tahun yang diduga menguasai narkotika jenis sabu

Ditreskrimsus Polda Sumbar Bongkar Dugaan Bisnis Gelap Solar Subsidi, 1.350 Liter Bio Solar Disita

Tim Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar mengamankan seorang pria..
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img