Friday, August 21, 2026
24.8 C
Solok

Disdikbud Sijunjung Buka Suara Terkait Rentetan Temuan BPK 2025: Dari Mark-Up Tas Siswa hingga Transfer ke Rekening Pribadi PPTK

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sijunjung akhirnya memberikan jawaban resmi terkait rentetan temuan signifikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Belanja Barang/Jasa dan Belanja Modal Tahun Anggaran 2025.

Sijunjung, CupakNews.id | Melalui surat resmi Nomor: 521.1/1085/Dikbud/2026 tertanggal 12 Juni 2026, Kepala Disdikbud Sijunjung, Puji Basuki, SP., MM., mengklarifikasi sejumlah poin krusial mulai dari indikasi kemahalan harga (mark-up) pengadaan perlengkapan sekolah hingga transfer uang ke rekening pribadi pejabat pengadaan.

Terkait temuan indikasi mark-up pada Pengadaan Tas dan Alat Tulis Siswa sebesar Rp125.295.758,40 untuk tingkat SD dan Rp45.459.171,47 untuk tingkat SMP, Disdikbud menegaskan bahwa seluruh kerugian negara tersebut telah dikembalikan secara utuh ke Rekening Umum Kas Daerah (RKUD). Pihak penyedia berinisial Aas (Penyedia SD) telah menyetorkan uang pengembalian pada 17 Desember 2025, disusul oleh rekanan berinisial Hsa (Penyedia SMP) pada 20 April 2026.

Mengenai adanya komunikasi di luar sistem e-katalog antara staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan penyedia sebelum proses pemilihan, Disdikbud Sijunjung berdalih bahwa interaksi tersebut merupakan bagian dari prosedur survei pasar. Menurut dinas, komunikasi itu ditujukan untuk memastikan kesesuaian spesifikasi teknis serta ketersediaan volume barang di etalase elektronik.

Disdikbud juga membenarkan adanya perbedaan merek tas yang diterima di lapangan (merek Mustafidah Store) dibanding kontrak awal (Goldvers), namun mengklaim kualitasnya setara dan telah dikonfirmasi oleh BPK saat audit berlangsung.

Poin temuan yang paling menyita perhatian publik adalah skandal transfer uang belanja Alat Tulis Kantor (ATK) dari pemilik Toko EFT langsung ke rekening pribadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berinisial NA sebesar Rp53.194.670,00. Menanggapi hal ini, Disdikbud Sijunjung mengaku kecolongan dan baru mengetahui praktik ilegal tersebut saat proses audit BPK berjalan.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara internal sudah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi. Yang bersangkutan (NA) berdalih uang tersebut digunakan untuk belanja ATK di toko lain dengan menunjukkan bukti, namun bukti tersebut ditolak oleh BPK,” tulis Puji Basuki dalam surat konfirmasinya.

NA akhirnya mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan inisiatif pribadinya yang menyalahi aturan. Atas kelalaian berat itu, NA dipaksa mengembalikan uang ke RKUD pada 23 Desember 2025 dan dijatuhi sanksi administratif berupa pencopotan alias tidak lagi ditunjuk sebagai PPTK pada Tahun Anggaran 2026.

Selain kedua kasus di atas, Disdikbud Sijunjung juga mengonfirmasi telah memulangkan kelebihan bayar sebesar Rp6.921.700,00 ke RKUD pada 12 Mei 2026 akibat kelalaian PPK dan konsultan perencana dalam menghitung harga satuan sewa excavator pada proyek Bronjong SMPN 28 Sijunjung.

Begitu pula dengan keterlanjuran pembayaran honorarium narasumber internal dinas yang menyalahi ketentuan, diklaim telah disetor kembali seluruhnya akibat kesalahan penafsiran aturan di internal birokrasi.

Menutup klarifikasinya, Disdikbud Sijunjung menyatakan berkomitmen penuh untuk memperketat Sistem Pengendalian Internal (SPI) dengan melibatkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) guna mencegah temuan berulang di masa depan.

Meskipun menyita perhatian publik karena kental dengan indikasi pelanggaran aturan pengadaan, dinas sejauh ini memilih menyelesaikan rentetan temuan tersebut lewat jalur administratif dan pengembalian keuangan ke kas daerah, tanpa menyebutkan adanya upaya pelaporan hukum pidana terhadap oknum-oknum yang terlibat. (Red)

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.

Polres Dharmasraya Masuk Dua Terbaik Harkamtibmas Polda Sumbar

Polres Dharmasraya masuk dua terbaik pengendalian Harkamtibmas Polda Sumbar dalam Gelar Opsnal dan Pembinaan Semester I Tahun 2026.

Kapolda Sumbar Tanam Bawang Putih di Solok, 1,6 Ton Bibit Disiapkan untuk 2 Hektare Lahan

Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy melakukan penanaman bawang putih di Kabupaten Solok. Sebanyak 1,6 ton bibit disiapkan untuk lahan seluas 2 hektare.

Topics

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.

Polres Dharmasraya Masuk Dua Terbaik Harkamtibmas Polda Sumbar

Polres Dharmasraya masuk dua terbaik pengendalian Harkamtibmas Polda Sumbar dalam Gelar Opsnal dan Pembinaan Semester I Tahun 2026.

Kapolda Sumbar Tanam Bawang Putih di Solok, 1,6 Ton Bibit Disiapkan untuk 2 Hektare Lahan

Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy melakukan penanaman bawang putih di Kabupaten Solok. Sebanyak 1,6 ton bibit disiapkan untuk lahan seluas 2 hektare.

Belanja Modal APBD Kabupaten Solok 2026 Baru Terealisasi 8,06 Persen, Ada Apa?

Belanja modal APBD Kabupaten Solok 2026 baru terealisasi 8,06 persen. Apa penyebabnya? Penelusuran data APBD akan dilakukan lebih lanjut.

Pemuda 19 Tahun Diamankan Polisi di Selayo, Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan

Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok mengamankan seorang pemuda berusia 19 tahun yang diduga menguasai narkotika jenis sabu

Ditreskrimsus Polda Sumbar Bongkar Dugaan Bisnis Gelap Solar Subsidi, 1.350 Liter Bio Solar Disita

Tim Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar mengamankan seorang pria..
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img