Jajaran Polres Solok bersama unsur Forkopimda dan tim gabungan masih berada di lapangan menangani dampak galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sejak Senin malam (21/9/2026).
Arosuka, CupakNews.id | Selama beberapa hari penanganan, aktivitas kepolisian mencakup evakuasi warga, pencarian korban, pengamanan lokasi, pembersihan material, pengaturan lalu lintas hingga mendukung pelayanan masyarakat terdampak.
Penanganan tersebut juga berlanjut ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Kabupaten Solok pada Jumat (25/09/2026).
Respons Sejak Malam Pertama
Galodo menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok pada Senin malam. Material berupa lumpur, batu, kayu dan pasir terbawa arus hingga menutup sejumlah ruas jalan dan berdampak pada fasilitas pemerintahan.
Sejak kejadian, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini bersama personel Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta Polda Sumbar dan Satbrimob Polda Sumbar turun ke lokasi. Personel dikerahkan untuk membantu evakuasi, pencarian warga yang dilaporkan hilang, pengamanan kawasan serta membuka akses yang tertutup material.
Polri juga memanfaatkan fasilitas kepolisian untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat. Mapolres Solok turut digunakan sebagai lokasi pengungsian bagi warga terdampak.
Kapolda Tinjau Lokasi, 300 Personel Dikerahkan
Memasuki Selasa (22/09), penanganan diperkuat dengan pengerahan personel dari Polda Sumbar. Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy meninjau langsung lokasi bencana di Kompleks Perkantoran Pemkab Solok. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumbar, termasuk Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini.
Polda Sumbar menyebut sekitar 300 personel Satbrimob, dibantu satu kompi Dit Samapta dan masyarakat, dikerahkan untuk membantu penanganan di lokasi. Fokusnya meliputi pencarian warga yang belum ditemukan, pembersihan material serta pemulihan akses jalan.
Kapolda menyatakan keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas penanganan kepolisian. Pada hari yang sama, Polres Solok juga membuka Pos DVI Ante Mortem di RSUD Arosuka untuk membantu proses identifikasi korban. Pos tersebut melibatkan personel Sidokkes Polres Solok dan tim Dokpol.
Pencarian Korban dan Pembukaan Akses
Pencarian korban menjadi salah satu pekerjaan utama tim gabungan. Pada fase awal penanganan, dua warga dilaporkan hilang. Salah satunya kemudian ditemukan meninggal dunia, sementara pencarian terhadap satu korban lainnya terus dilakukan.
Kepolisian bersama unsur SAR juga melakukan penyisiran di sepanjang kawasan yang diduga menjadi jalur material galodo. Untuk mendukung pencarian, K9 Direktorat Samapta Polda Sumbar turut dikerahkan. Tim menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban yang masih dicari.
Di sisi lain, material yang menutup jalur Solok-Padang menjadi perhatian karena ruas tersebut merupakan akses utama masyarakat dan jalur distribusi bantuan. Personel kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik selama proses pembersihan berlangsung. Setelah material dibersihkan secara bertahap, arus kendaraan kembali dipulihkan.
Hari Keempat: Penanganan Masih Berjalan
Memasuki Kamis (24/9), aktivitas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pembersihan material. Personel masih berada di kawasan terdampak untuk mendukung pencarian korban, pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas dan membantu masyarakat yang membutuhkan akses maupun pelayanan selama masa tanggap darurat.
Pada tahap ini, sejumlah unsur kepolisian juga tetap berkoordinasi dengan BPBD, TNI, pemerintah daerah dan relawan.
Hari Kelima, Wapres Gibran Datang
Jumat (25/9) menjadi hari ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka datang langsung ke Kabupaten Solok. Wapres mengunjungi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, untuk menemui warga terdampak dan melihat kondisi penanganan di lapangan.
Gibran juga meninjau sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana dan mendorong percepatan pemulihan akses utama serta fasilitas publik. Dalam kunjungan tersebut, Polres Solok bersama unsur Forkopimda ikut mendukung pengamanan dan kelancaran agenda Wapres di sejumlah lokasi terdampak.
Kehadiran kepolisian dalam agenda tersebut merupakan bagian dari tugas pengamanan sekaligus koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, TNI, BNPB, BPBD dan unsur lainnya.
Dari Evakuasi hingga Pelayanan Warga
Lima hari penanganan menunjukkan bahwa tugas kepolisian dalam bencana Arosuka tidak berhenti pada pengamanan lokasi. Personel terlibat dalam evakuasi, pencarian warga yang hilang, identifikasi korban, pembersihan material, pembukaan dan pengaturan akses jalan serta pelayanan masyarakat.
Di saat yang sama, proses pemulihan pascabencana masih berlangsung. Pencarian korban, pembersihan kawasan, pemulihan fasilitas publik dan pendataan kerusakan masih membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, BPBD, BNPB, relawan dan unsur masyarakat.
Jajaran Polres Solok bersama unsur terkait masih berada di lapangan untuk mendukung proses tersebut selama masa tanggap darurat. (JC)
CATATAN REDAKSI
(Tim Redaksi)
DISCLAIMER BERITA






