Sunday, September 6, 2026
21.9 C
Solok

Surat Pernyataan Saksi Sabirin Dt Monti Pangulu Bongkar Skema Mafia Tanah Sijunjung: ‘Lahan Pemda Dikuasai Kroni, Kerugian Negara Membengkak!’

Perjuangan Sabirin Dt. Monti Pangulu, Mamak Kepala Waris Kaum Suku Melayu Tanjuang Kaliang, Nagari Tanjuang Kaliang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, dalam membongkar dugaan mafia tanah di Sijunjung, Sumatera Barat, kini semakin terang benderang. Sebuah dokumen krusial berupa Surat Pernyataan Saksi yang ditandatangani langsung oleh Sabirin, kini menjadi fokus perhatian publik.

Jakarta, CupakNews.id | Surat pernyataan Sabirin ini secara gamblang merinci skema dugaan penggelapan aset Pemda Sijunjung seluas 500 Hektar dan lahan kontrak lainnya, yang kini total kerugian negaranya diduga membengkak hingga lebih dari Rp 5 Miliar.

Sebelumnya, seperti diberitakan CupakNews.id, laporan Sabirin ke Jampidsus Kejaksaan Agung RI pada 31 Oktober 2025 telah direspon cepat, Joni Oktavianus, Kuasa Hukum Sabirin, mengkonfirmasi dua kali panggilan dari Jampidsus.

“Saksi Kunci” Sabirin Beberkan Modus Operandi Mafia Tanah
Dalam Surat Pernyataan Saksi tersebut, Sabirin Dt. Monti Pangulu tidak hanya bertindak sebagai pelapor, tetapi juga sebagai saksi mata atas kejanggalan dugaan mafia lahan Pemda. Ia mengungkap bahwa lahan yang seharusnya menjadi aset daerah justru kini dikuasai oleh pihak-pihak pribadi.

Sabirin merinci beberapa poin penting yakni Pengadaan Lahan Berbiaya Tinggi, Pemda Sijunjung pada tahun 2006 mengeluarkan dana besar untuk pengadaan lahan. Ini termasuk kontrak senilai 400Ha senilai Rp 600Juta dan 600Ha senilai Rp 1,8Miliar, serta pembelian 500Ha senilai Rp 750Juta.

Sabirin
Sabirin Dt. Monti Pangulu saat berada di Kejaksaan Agung RI (Foto: IST)

“Totalnya sudah Rp 3,2 Miliar hanya untuk pengadaan awal. Belum lagi biaya sewa tanah lain, bibit, dan operasional, makanya total kerugian negara saya perkirakan lebih dari Rp 5 Miliar,” terang Sabirin kepada media.

Aset Hilang, Dikuasai Kroni, dalam surat pernyataan saksi secara tegas menyebutkan, “Bahwa pada saat ini tanah tersebut di atas, tidak ada yang dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung, atau ditanami / kebun sawit, dan lahan tersebut dikuasai oleh pihak-pihak lain dan saya menduga lahan ini telah diperjual belikan dan dibagikan oleh kroni pejabat atau mantan pejabat Pemerintah Kabupaten Sijunjung.” ungkap Sabirin.

Pernyataan ini menjadi tulang punggung dugaan penggelapan aset yang sistematis. Kompensasi “Misterius”, dalam surat tersebut juga menjelaskan bahwa Sabirin, sebagai pihak yang berhak, “tidak pernah menerima honor ataupun uang jalan selama dan sesuai dengan surat tugas yang diberikan kepada saya.” Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang ke mana aliran dana kompensasi tersebut mengalir.

“Bukti Nyata Pengkhianatan Terhadap Negara!”
Menyikapi Surat Pernyataan Saksi ini, Joni Oktavianus, Wasekjen Lidik Krimsus RI dan Kuasa Hukum Sabirin, mengungkapkan keprihatinannya sekaligus keyakinannya.

“Surat Pernyataan Saksi ini bukan hanya sekedar dokumen, ini adalah pengakuan langsung dari seorang saksi kunci yang melihat bagaimana aset negara, yang seharusnya menjadi sumber pendapatan asli daerah untuk kemajuan Sijunjung, justru digelapkan dan dinikmati oleh segelintir oknum,” tegas Joni.

“Poin-poin dalam surat ini membuktikan secara nyata adanya pengkhianatan terhadap negara dan masyarakat. Lahan yang dibeli atau dikontrak dengan uang rakyat, kini malah jadi ‘kebun pribadi’ para kroni pejabat,” tambahnya.

Joni juga mengapresiasi Jampidsus Kejagung RI yang bergerak cepat mendalami laporan ini, mengingat indikasi kuat adanya jaringan mafia yang diduga melindungi kasus tersebut. Hal ini juga kontras dengan penanganan kasus di Polda Sumbar yang terkesan lamban dan diwarnai dugaan kejanggalan, seperti laporan pemalsuan tanda tangan dan ilegal logging yang mandek, serta laporan balik terhadap Sabirin yang justru ditanggapi dengan cepat oleh aparat setempat.

“Kami berharap Jampidsus Kejagung dapat menindaklanjuti informasi rinci dari Surat Pernyataan Saksi ini, menyeret semua pihak yang terlibat, dan mengembalikan hak-hak kaum Melayu Tanjuang Kaliang yang telah dirampas, serta aset negara yang telah digelapkan,” pungkas Joni. (Tim)


Disclaimer :
Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.
CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.
Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com.

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

Topics

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img