Friday, August 21, 2026
24.8 C
Solok

Membongkar Borok Finansial Bank Jambi: Anggaran Perjalanan Dinas Jebol, Efisiensi Hancur!

PT BPD Jambi tengah menjadi sorotan tajam setelah terungkapnya dugaan praktik pemborosan anggaran yang masif di tengah kondisi ekonomi daerah yang menantang. Berdasarkan dokumen BPK RI, LHP Kinerja Atas Efektifitas Pengelolaan Operasional Bank pada PT Bank Pembangunan Daerah Jambi Tahun Buku 2024 s.d Triwulan III Tahun 2025 di Jambi Nomor 13/T/LHP/DJPKN-V.JMB/PPD.02/02/2026, teridentifikasi adanya lonjakan signifikan pada rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang mengindikasikan penurunan drastis efisiensi operasional bank milik daerah ini.

Jambi, CupakNews.id | Hasil pemeriksaan auditor negara menunjukkan bahwa rasio BOPO PT BPD Jambi meroket dari 64,05% pada tahun 2023 menjadi 67,85% pada tahun 2024. Pembengkakan ini disinyalir kuat dipicu oleh budaya pemborosan internal, terutama pada pos perjalanan dinas yang sengaja diloloskan melebihi pagu yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).

Rekayasa Anggaran dan Beban Tamu
Data audit BPK RI mengungkap fakta mengejutkan di mana realisasi biaya perjalanan dinas mencapai Rp8.782.516.429,50, sementara pagu anggaran yang ditetapkan hanya sebesar Rp8.012.333.333,33. Artinya, terjadi over-budget atau selisih lebih penggunaan anggaran mencapai lebih dari Rp770 juta yang tidak memiliki landasan efisiensi yang jelas.

Lebih jauh, ditemukan adanya modus rekayasa klasifikasi akun biaya untuk menyamarkan pengeluaran yang tidak relevan dengan kebutuhan operasional perbankan. Berbagai pengeluaran, seperti pembelian batik korporat dan payung souvenir, diduga sengaja diselundupkan ke dalam rekening “Beban Tamu” dan “Beban Kantor Lainnya”. Praktik ini disinyalir dilakukan untuk mengakali sistem pengendalian internal agar pengeluaran tersebut tetap tampak wajar dalam laporan keuangan.

Kegagalan Pengendalian Internal
Peneliti kebijakan publik menyoroti bahwa pembengkakan anggaran ini merupakan manifestasi dari lemahnya internal control di jajaran manajemen puncak PT BPD Jambi. Direktur Operasional dan Kepala Divisi SDM, selaku otoritas yang memberikan persetujuan anggaran dan verifikasi perjalanan dinas, dinilai telah gagal menjalankan fungsi pengawasan sesuai tata kelola bank umum yang baik.

Alih-alih menjadi motor penggerak ekonomi rakyat Jambi melalui penyaluran modal kerja yang produktif, dana operasional justru terkesan dihamburkan untuk beban perjalanan dinas yang tidak akuntabel. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen manajemen dalam menjaga efisiensi di tengah target kinerja perbankan yang seharusnya semakin ketat.


Narasi ini disusun Berdasarkan dokumen LHP Kinerja Atas Efektifitas Pengelolaan Operasional Bank pada PT Bank Pembangunan Daerah Jambi Tahun Buku 2024 s.d Triwulan III Tahun 2025 di Jambi Nomor 13/T/LHP/DJPKN-V.JMB/PPD.02/02/2026.

Berita ini adalah bagian pertama dari serial investigasi “SIKLUS KEROPOS DI BALIK GERBANG MEWAH BPD JAMBI” yang akan mengupas tuntas temuan LHP Kinerja BPK RI Tahun Buku 2024 hingga Triwulan III 2025.

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.

Polres Dharmasraya Masuk Dua Terbaik Harkamtibmas Polda Sumbar

Polres Dharmasraya masuk dua terbaik pengendalian Harkamtibmas Polda Sumbar dalam Gelar Opsnal dan Pembinaan Semester I Tahun 2026.

Kapolda Sumbar Tanam Bawang Putih di Solok, 1,6 Ton Bibit Disiapkan untuk 2 Hektare Lahan

Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy melakukan penanaman bawang putih di Kabupaten Solok. Sebanyak 1,6 ton bibit disiapkan untuk lahan seluas 2 hektare.

Topics

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.

Polres Dharmasraya Masuk Dua Terbaik Harkamtibmas Polda Sumbar

Polres Dharmasraya masuk dua terbaik pengendalian Harkamtibmas Polda Sumbar dalam Gelar Opsnal dan Pembinaan Semester I Tahun 2026.

Kapolda Sumbar Tanam Bawang Putih di Solok, 1,6 Ton Bibit Disiapkan untuk 2 Hektare Lahan

Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy melakukan penanaman bawang putih di Kabupaten Solok. Sebanyak 1,6 ton bibit disiapkan untuk lahan seluas 2 hektare.

Belanja Modal APBD Kabupaten Solok 2026 Baru Terealisasi 8,06 Persen, Ada Apa?

Belanja modal APBD Kabupaten Solok 2026 baru terealisasi 8,06 persen. Apa penyebabnya? Penelusuran data APBD akan dilakukan lebih lanjut.

Pemuda 19 Tahun Diamankan Polisi di Selayo, Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan

Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok mengamankan seorang pemuda berusia 19 tahun yang diduga menguasai narkotika jenis sabu

Ditreskrimsus Polda Sumbar Bongkar Dugaan Bisnis Gelap Solar Subsidi, 1.350 Liter Bio Solar Disita

Tim Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar mengamankan seorang pria..
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img