Sunday, September 6, 2026
21.9 C
Solok

Dugaan Permainan BBM Subsidi di Pasbar, Sopir Ngaku Dapat Bayaran Lansir Bio Solar

Antrian panjang kendaraan pengangkut yang mengisi BBM subsidi jenis Bio Solar di sejumlah SPBU di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, diduga bukan sepenuhnya untuk kebutuhan operasional kendaraan.

Pasaman Barat, CupakNews.id | Fenomena antrean panjang yang didominasi truk tersebut diduga berkaitan dengan praktik pelangsiran Bio Solar untuk memasok alat berat pada aktivitas tambang emas ilegal yang marak di wilayah Pasaman Barat.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, antrean kendaraan terjadi hampir selama 24 jam, bahkan tetap berlangsung meski SPBU telah tutup operasional.

Modus yang diduga dilakukan yakni kendaraan truk yang telah mengisi Bio Solar langsung menuju lokasi tertentu untuk melakukan pembongkaran BBM dari tangki kendaraan ke dalam jeriken berukuran sekitar 35 liter.

Dari satu kali pengisian, satu unit truk disebut rata-rata dapat menghasilkan dua jeriken Bio Solar sebelum kembali mengantre di SPBU lainnya. Diduga, satu unit kendaraan bahkan memiliki lebih dari satu barcode pembelian BBM subsidi untuk menghindari pembatasan pengisian.

Salah seorang sopir truk berinisial HS mengaku dirinya setiap hari melangsir Bio Solar atas perintah pengepul BBM subsidi. “Satu kali antre saya sudah dikasih uang Rp600 ribu oleh toke pengepul. Rp500 ribu untuk beli BBM, sisanya uang muka jasa sopir,” ungkapnya.

Menurut pengakuannya, Bio Solar subsidi tersebut kemudian dijual kembali kepada pengepul dengan harga berkisar Rp9.500 hingga Rp10 ribu per liter. Selanjutnya, BBM tersebut kembali dijual kepada pihak tambang emas ilegal dengan harga mencapai Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per liter.

HS juga menyebut praktik tersebut telah berlangsung cukup lama seiring maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Pasaman Barat. Ia mengaku para pelangsir tidak terlalu khawatir terhadap penindakan hukum karena diduga adanya pihak-pihak tertentu yang membekingi aktivitas tersebut.

“Mereka bilang ada yang setor payung keamanan,” ujarnya.

Selain itu, pihak SPBU juga diduga mengetahui aktivitas pelangsiran tersebut. Bahkan, disebut adanya dugaan pemberian fee kepada operator SPBU dari setiap transaksi pengisian Bio Solar oleh para pelangsir.

“Tentu ada, sudah ada jatahnya. Setiap pengisian Rp500 ribu yang diisikan ke tangki hanya 70 liter,” kata sumber lain.

Sementara itu, salah seorang petugas SPBU di Pasaman Barat juga mengakui banyak kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang untuk aktivitas pelangsiran.

Menurutnya, pada awal praktik tersebut berlangsung, satu unit kendaraan bahkan bisa melakukan pengisian hingga empat kali dalam sehari karena memanfaatkan pergantian sif operator SPBU.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun aparat penegak hukum terkait dugaan praktik pelangsiran Bio Solar subsidi tersebut.

Aktivitas tambang emas ilegal di Pasaman Barat sendiri sebelumnya telah beberapa kali menjadi sorotan karena diduga turut memicu kerusakan lingkungan serta maraknya penyalahgunaan BBM subsidi. (***)


Artikel ini telah tayang di hariansinggalang.com dengan Judul: Antrian Kendaraan Mengisi BBM di SPBU-SPBU Pasaman Barat Diduga untuk Alat Berat di Tambang Ilegal


Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. (Tim)


Disclaimer :
Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.
CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.
Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com.

CATATAN REDAKSI

Redaksi Cupak News memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat keberatan, bantahan, atau klarifikasi, dapat disampaikan secara resmi melalui kontak redaksi untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

(Tim Redaksi)


DISCLAIMER BERITA

Seluruh isi berita di CupakNews.id disajikan berdasarkan fakta, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya sesuai Kode Etik Jurnalistik. Tanggung jawab isi berita sepenuhnya berada pada penulis dan narasumber sesuai konteks pemberitaan.

CupakNews.id tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan, penafsiran sepihak, atau dampak hukum yang timbul dari penggunaan informasi di luar konteks pemberitaan resmi.

Apabila terdapat kekeliruan data, pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan klarifikasi atau hak jawab melalui redaksi di: cupaknews@gmail.com

Hot this week

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

Topics

Rapor Merah DPUPR Solok di LHP BPK 2025: Rp221 Juta Dikembalikan, Temuan Jalan Rp616 Juta Masih Diperiksa

BPK RI mencatat temuan Rp616,38 juta pada enam kontrak pekerjaan jalan DPUPR Solok. Sementara Rp221,49 juta temuan Uang Persediaan telah dikembalikan ke Kas Daerah.

Empat Pria Mengaku Wartawan Diamankan di Sijunjung, Diduga Peras SPBU

Empat pria asal Riau yang mengaku wartawan diamankan polisi di Sijunjung. Mereka diduga menekan pihak SPBU dengan ancaman pemberitaan dan polisi menemukan benda menyerupai senjata.

BPK RI Beri WTP untuk Dharmasraya 2025, Temuan PUPR Rp292 Juta Jadi Sorotan

BPK RI memberikan opini WTP atas LKPD Dharmasraya 2025. BPK menyoroti pajak, kelebihan bayar PUPR Rp292 juta dan pengelolaan material.

Temuan BPK: Penyaluran KUR BRI Rp168,5 Miliar Salah Sasaran, ASN hingga Kasus Pidana Turut Terima Subsidi

LHP BPK 2024 membongkar temuan 69.700 rekening KUR BRI tidak sesuai kriteria. Negara rugi Rp168,55 miliar subsidi bunga, ada penyaluran ke ASN hingga kredit bermasalah hukum.

Pemkab Solok Raih WTP 2025, BPK Temukan Belanja Tak Diuji hingga Proyek Jalan Bermasalah

Meskipun meraih opini WTP dari BPK Sumbar pada 2025, Pemkab Solok dihadapkan pada temuan belanja Dishub senilai Rp1,23 miliar yang rusak banjir serta kelebihan bayar proyek jalan.

IKPA 100, Polresta Padang Raih Penghargaan Kapolri

Polresta Padang meraih IKPA sempurna 100 Tahun Anggaran 2025 dan mendapat penghargaan Kapolri dalam Gelar Operasional Polda Sumbar.

20 Paket Diduga Sabu Disita, Pemuda di Pancung Soal Ditangkap Polisi

Polsek Pancung Soal menangkap YP (20) di Tigo Sungai Inderapura. Polisi menyita 20 paket diduga sabu, timbangan digital dan HP.

Curi HP di Ruang Tunggu ICU, Residivis Tiga Kali Dibekuk Tim Klewang

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang menangkap MA, residivis tiga kali kasus pencurian yang diduga mencuri HP di ruang tunggu ICU RSI Ibnu Sina.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img